Tampilkan postingan dengan label serangga hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serangga hama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Daftar Racun Ampuh Pembasmi Hama Trips Pada Tanaman Cabe Merah

Cabe merah merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan, agar hasil budidaya cabe merah maksimal, berbagai kendala harus diatasi, salah satunya kendala yang disebabkan oleh serangan hama Trips (Trips parvispinus) atau dikenal dengan kutu Trips.

Meski pestisida alam cukup tersedia di alam, namun banyak juga petani kita yang menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan serangan Trips.

Pada pembahasan kali ini kita akan sajikan daftar pestisida yang diijinkan oleh komisi pestisida, kementerian pertanian, daftar ini disusun oleh Tonny K Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum.

Sebagai salah satu acuan untuk petani yang mengalami masalah dengan adanya serangan kutu trips pada cabe merah, silahkan lihat daftar pestisida ini, dan membelinya di toko-tok pertanian di tempat anda berdomisili.
Racun ampuh pembasmi hama trips pada tanaman cabe merah
(Trips pada kelopak bunga cabe)

Bahan Aktif Merek Dagang
Abamektin Agrimec 18 EC , Aspire 18 EC, Demolish 18 EC, Indomektin 20 EC, Isigo 18 EC, Kiliri 20 EC, Matros 18 EC, Mectimax 18 EC, Numection 20 EC, Phoscormite 18 EC, Rutin 18 EC, Sidamec 20 EC, Stadium 18 EC, Starmek 18 EC, Supemec 18 EC
Alfa-sipermetrin Bestox 50 EC, BM alpha 100 EC, Faster 15 EC, Tetrin 36 EC, Valiant 50 EC
Alfa-sipermetrin + Profenofos Atatte 210 EC
Amitraz Lavista 200 EC
Asefat Dafat 400 SL
Beta-siflutrin Mastarin 25 EC
Deltametrin Decis 25 EC, Delta 25 EC, Sancis 25 EC, Sidacis 25 EC,
Diafentiuron Pegasus 500 EC
Dimetoat BM Sucthion 400 EC, Danadim 400 EC, Decafen 400 EC, Destan 400 EC, Dimacide 40 0 SC, Kanon 400 EC, Perfektan 425 EC, Sidajos 430 EC, Toxafine 400 EC
Etion Mition 500 EC
Fenpropatrin Fenthrin 50 EC
Fenvalerate Fenval 200 EC
Fipronil Destar 50 SC, Fipros 55 SC, Regent 50 SC
Imidakloprid Abuki 50 SL, Amirid 200 SL, Bima 10 WP, Caleb Tsan 28 EC, Confidor 200 SL, Deluose 200 SL, Imar 200 SL, Imidaplus 200 Sl, Interprid 200 SL, Jellin 100 SL, Lanidor 200 SL, Paztidor 200 EC, Rudor 200 SL, Starfidor 5 WP, Tygra 200 SL, Winder 25 WP
Imidakloprid + Beta-siflutrin Solomon 300 OD
Karbosulfan Jagabaya 200 EC, Marshal 200 EC
Kartap Hidroklorida Kristal 50 WP, Padan 50 SP
Klorfenapir Akosu 100 SC, Rampage 100 SC
Klorpirifos Farin 200 EC, Magu 420 EC, Posban 200 EC, Radiant 200 EC
Klorpirifos + Sipermetrin Nurelle D 500/50 EC
Lambda-sihalotrin Matarin 25 EC, Setor 40 EC
Malation Fyfanon 440 EW
Profenofos Anwavin 500 EC, Curacron 500 EC, Electric 500 EC, Indocron 500 EC, Masicron 500 EC, Tabard 500 EC
Propoksur Poksindo 200 EC
Protiofos Tokuthion 500 EC
Piraklofos Voltage 560 EC
Sipermetrin Done 200 EC, Exocet 50 EC, Fastrin 100 EC, Sopeton 108 EC, Tombak 189 EC

Sangat kami sarankan untuk anda yang menggunakan pestisida diatas, yakni membaca petunjuk cara pemakaiannya, dan menggunakannya dengan tidak berlebihan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, karena penggunaan pestisida berlebihan bisa menimbulkan dampak resistensi, yang tidak saja terhadap hama trips tapi juga hama lainnya (serangga sekunder).

Demikain pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat membantu petani cabe merah dalam mengatasi hama Trips, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, salam.

Kamis, 29 September 2016

Untuk Petani Yang Mencari Cara Mengatasi Ulat Bawang Ini Dia Daftar Lengkap Pestisidanya

Bawang merah merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan, agar hasil budidaya bawang merah maksimal, berbagai kendala harus diatasi, salah satunya kendala yang disebabkan oleh serangan ulat bawang.

Meski pestisida alam cukup tersedia di alam, namun banyak juga petani kita yang menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan serangan ulat bawang.

Pada pembahasan kali ini kita akan sajikan daftar pestisida yang diijinkan oleh komisi pestisida, kementerian pertanian, daftar ini disusun oleh Tonny K Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum.

Sebagai salah satu acuan untuk petani yang mengalami masalah dengan adanya serangan ulat bawang, silahkan lihat daftar pestisida ini, dan membelinya di toko-tok pertanian di tempat anda berdomisili.


Daftar pestisida untuk membasmi ulat bawang pada bawang merah

Bahan Aktif
Merek Dagang
Alfa-Sipermetrin Alcove 50 EC, Fast 100 EC, Tetrin 36 EC
Asefat Dafat 250 EC, Manthene 75 SP, Missel 75 SP
Bacillus thuringiensis Delfin WG
Beta-siflutrin Betathrin 250 EC, Bissa 50 EC, Buldok 25 EC, Inova 25 EC, Mastarin 25 EC, Passport 28 EC, Raydock 28 EC,
Bifentrin Talstar 25 EC
Deltametrin Basic 25 EC, Decis 25 EC, Deroll 25 EC, Jablai 25 EC, Oscar 25 EC, Starfos 25 EC,
Deltametrin + Triazofos Sidathion 210/15 EC
Diafentiuron Pegasus 500 EC
Emamektin Benzoat Crumble 10 EC
Esfenvalerat Sumialpha 25 EC
Etofenproks Trebon 95 EC
Fenitrotion Sumithion 500 EC
Fenobukarb Dharmabas 500 EC, Gobang 110 EC
Fenpropatrin Fenthrin 50 EC, Meothrin 50 EC, Meothrin 50 EC
Fenvalerate Fenval 200 EC
Flufenoksuron Cascade 50 EC
Imidakloprid Folidol 10 WP, Folidol 200 SL
Indoksakarb Ammate 150 SC
Karbaril Petrovin 85 WP
Karbofuran Dharmafur 3 GR, Varitas 3 GR, Ventura 5 GR
Karbosulfan Borsal 200 EC, Marshal 200 EC, Matrix 200 EC
Kartap Hidroklorida Kristal 50 WP, Padan 50 SP
Klorantraniliprol Prevathon 50 SC
Klorantraniliprol + Lambda-sihalotrin Ampligo 150 ZC
Klorantraniliprol + Tiametoksam Virtako 300 SC
Klorfenapir Rampage 100 SC, Tumagon 100 EC
Klorfluazuron Atabron 50 EC
Klorpirifos Ban-drol 400 EC, Beliung 200 EC, Boxer 200 EC, Chlormite 400 EC, Clobber 200 EC, Kresban 200 EC, Posban 200 EC, Sergap 410 EC
Lambda-sihalotrin Buana 55 EC, Global 55 EC, Impact 25 EC, Jidor 25 EC, Matador 25 EC, Matarin 25 EC, Meteor 25 EC, Rolidor 25 EC, Sidador 30 EC, Stopper 25 EC
Lufenuron Catapult 50 EC, Match 50 EC
Metaflumizon Alverde 240 SC
Metidation Supracide 25 WP
Metomil Bomba 25 WP, Dangke 40 WP, Lannate 25 WP, Lannate 40 SP, Metin 40 SP, Metindo 25 WP, Metindo 80 SL, Metro 40 SP, Myltop 25 WP
Novaluron Rimon 100 EC
Permetrin Klensect 200 EC, Pentatrin 20 EC, Perkill 50 EC, Pounce 20 EC
Phentoat Dharmasan 600 EC
Profenofos Biocron 500 EC, Indocron 500 EC, Rolicron 500 EC, Sidacron 510 EC, Poksindo 200 EC
Protiofos Tokuthion 500 EC
Piraklofos Voltage 560 EC
Siflutrin Kastuba 50 EC
Sipermetrin Arrivo 30 EC, Copa 100 EC, Cypermax 100 EC, Erkatrin 30 EC, Exocet 50 EC, Fastrin 100 EC, Gemilang 110 EC, Instop 311 EC, Luzon 100 EC, Metal 30 EC, Pentasip 30 EC, Sopeton 108 EC, Tombak 189 EC, Vertigo 100 EC
Spinosad Tracer 120 SC
Tiodikarb Larvin 75 WP
Triazofos Arcodion 200 EC, Biothion 200 EC, Higrade 200 EC, Miati 200 EC, Polythion 200 EC, Raydent 200 EC, Tontion 200 EC
Trizofos Hostathion 200 EC
Zeta-sipermetrin Fury 50 EC

Sangat kami sarankan untuk anda yang menggunakan pestisida diatas, yakni membaca petunjuk cara pemakaiannya, dan menggunakannya dengan tidak berlebihan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, karena penggunaan pestisida berlebihan juga akan menimbulkan dampak resistensi pada hama ulat bawang.

Demikain pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat membantu petani bawang merah dalam mengatasi hama ulat bawang, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, salam.

Jumat, 05 September 2014

Ekologi Tanaman Kakao (Theobroma cacao)

Coklat atau lebih dikenal dengan nama kakao merupakan tanaman penghasil bahan campuran minuman atau makanan seperti cake, roti dan lain sebagainya. 

Coklat masuk dalam anggota famili Streculiaceae. Coklat dapat tumbuh pada lintang 20 derajat lintang utara dan 20 derajat lintang selatan. Ada dua jenis coklat yang dipasarkan di dunia saat ini yaitu edel cacao atau fine flavoured cocoas dan bulk cocoas. Bulk cocoas adalah coklat yang berasal dari tipe Foraster sedangkan edel cacao berasal dari hibrida Coriolla dan Forestero.

Coklat akan tumbuh dengan baik di dataran rendah pada ketinggian 0 - 500 meter dari permukaan laut. Ketinggian yang terbaik untuk tanaman coklat adalah di bawah 300 meter di atas permukaan laut.

Suhu yang cocok untuk tanaman coklat ini adalah berada pada kisaran antara 26 sampai 28 derajat celcius. Pada daerah-daerah yang mempunyai kisaran suhu sampai jatuh di bawah 18 derajat celcius atau naik sampai 35 derajat celcius tidak baik untuk tanaman coklat.

Curah hujan yang baik untuk tanaman coklat adalah berkisar antara 1500 sampai 2000 mm per tahun dimana hujannya terbagi merata sepanjang tahun. Ternyata angka tersebut sedikit berbeda dengan kenyataan di Filipina, dimana curah hujan yang baik untuk tanaman coklat disana adalah antara 1600 sampai 2200 mm per tahun. Coklat sangat sensitif terhadap kekeringan dan mengalami moisture strea yang dapat menyebabkan pembungaan melambat, akibatnya produksi bunga  berkurang dan keguguran pada buah muda.
Angin yang terlalu kencang tidak baik untuk tanaman coklat. Jika suatu daerah sering diserang angin kencang maka daerah tersebut tidak ideal untuk tanaman coklat. Akibat yang ditimbulkannya selain kerusakan mekanis seperti dahan patah atau pohon tumbang, juga dapat mengakibatkan banyaknya energi hilang karena transpirasi yang tinggi. Keadaan tersebut tentu saja pada akhirnya akan menurunkan produksi buah.

Tanah yang disukai oleh coklat adalah tanah-tanah bersolum (lapisan) yang dalam dengan drainase yang baik pada top soil (permukaan tanahnya), porous dengan tekstur lempung berpasir yang kaya akan bahan organik. Reaksi tanah (kemasaman tanah) yang diinginkan oleh tanaman coklat adalah tanah netral dengan pH 6 sampai 7. Akan tetapi, tanaman coklat mempunyai kisaran toleransi yang cukup luas yaitu pH antara 4 sampai 7,4 untuk top soilnya dan 4 sampai 8,3 pada sub soil (lapisan tanah bawah).

Serangga hama pada tanaman kakao

Penggerek buah kakao (PBK) 

Hama yang menyerangnya Conopomorpha cramerella, harga kakao yang rendah biasanya selalu dihubungkan dengan adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) ini, serangga ini bisa dikatakan sebagai hama utama yang menyerang tanaman kakao.

Buah kakao terserang dapat dilihat dengan gejala belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva, pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil, karena biji-biji saling melekat menyebabkan buah terserang jika dikocok tidak berbunyi, sedangkan buah sehat akan berbunyi, tanaman selain kakao yang dapat terserang yaitu rambutan.

Petani sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat  terserang hama PBK atau tidak, gejalanya hanya dapat dilihat ketika buah kakao/cokelat dibelah, apabila buah kakao dibelah terlihat isinya sudah tidak beraturan akibat gerekan larva dari dalam buah, petani akan menderita kerugian besar, sehingga upaya pembahasan PBK dan alternatif pengendaliannya menjadi penting.

Jika pada hamparan tanaman kakao terserang berat diprediksi tidak dapat menghasilkan produksi optimal, akibatnya buah kakao menjadi rusak dan cacat akibat serangan hama ini, dengan demikian perlu diupayakan semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut baik secara preventif maupun kuratif, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian.

Hama PBK biasanya meletakkan telurnya setelah matahari terbenam pada alur kulit buah kakao. Setelah telur menetas akan menjadi larva.

Pengendalian hama penggerek buah kakao

Pengendalian dapat dilakukan baik secara preventif maupun kuratif. serangan PBK dapat mencapai 0 % apabila dilakukan aplikasi 1 x insektisida yang telah direkomendasikan oleh Komisi Pestisida sebelum sarungisasi menggunakan kantong plastik.

Tindakan Pencegahan Serangan PBK

?Karantina

Metode karantina dilakukan bertujuan mencegah masuknya hama dari negara lain seperti Philipina dan Malaysia atau dari satu daerah ke daerah lain dengan cara menghindari masuknya buah yang terjangkit serta bahan maupun alat yang mengandung hama PBK.

Frekuensi Panen

Kakao yang dipanen sering kurang beresiko terserang hama PBK . Kulit buah yang telah dipanen perlu dikumpulkan dan dibenamkan ke dalam tanah sehingga mampu menekan populasi serta perkembangbiakan PBK karena banyak larva yang juga ikut terbenam bersama kulit buah menjadi kompos.

Pemangkasan

Pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu teknik pengendalian hama PBK, karena kanopi menjadi tidak terlalu rimbun. Kondisi kanopi yang rimbun sangat kondusif bagi pertumbuhan hama PBK. Dengan pertimbangan bahwa kelemahan imago PBK  tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila sering dilakukan pemangkasan teratur akan dapat menekan populasi hama karena distribusi sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata. Pemangkasan bentuk pohon kakao dilakukan dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m memudahkan saat pengendalian dan panen.

Pemupukan

Apabila unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi akan memperlancar proses metabolisme tanaman. Selanjutnya akan mempercepat masaknya buah, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan buah dan memungkinkan frekuensi panen lebih sering. Pertumbuhan tanaman yang sehat akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama PBK.

Tindakan Kuratif Pengendalian  PBK

Sanitasi dan Sistem Rampasan.

Sanitasi berarti membersihkan areal kebun dari daun kering, ranting kering, kulit buah dan gulma yang berada di sekitar tanaman. Keadaan yang bersih menjadikan kondisi yang tidak sesuai bagi hama PBK.

Sistem Rampasan dimaksudkan memetik buah terserang PBK. Pada akhir panen, semua sisa buah kakao dipetik dan dimusnahkan. Daur hidup hama akan terputus, sehingga serangan pada periode berikutnya akan rendah.

Kondomisasi/ Pembungkusan.

Kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. Caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm


Untuk menjaga stabilitas tingkat serangan hama PBK 0 % dapat dilakukan tindakan berikut :


  • Didahului dengan aplikasi insektisida satu kali pada saat panjang buah 8-12 cm, selanjutnya buah tersebut dibungkus plastik 

  • Panen sering, buah yang masak dijemur.

  • Disertai pemangkasan dan pemupukan sesuai dosis anjuran

menanam-tanaman
(Sumber foto: ragambudidaya.blogspot.com)

Sumber :
* BPPP Ketindan (Hama kakao)