Tampilkan postingan dengan label penyakit cabe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit cabe. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2016

286 Pestisida Yang Digunakan Untuk Membasmi Ulat Grayak Pada Tanaman Cabai

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu fase serangga hama yang menyerang tanaman cabe atau yang jenis tanaman Solanacearum lainnya, banyak petani dibuat pusing dengan ulat yang satu ini, bagaimana tidak fase larva dari kupu-kupu cantik ini memakan daun rakus sekali, sehingga menyebabkan daun tidak maksimak berfotosintesis. 

Ulat ini jika menyerang tanaman cabe disepanjang areal pertanaman cabe, bisa membuat petani bangkrut, karena kurangnya produksi buah. 

Kami mencoba menjawab pertanyaan seorang kawan di daerah Lampung, Indonesia, tentang pestisida apa saja yang bisa digunakan untuk mengatasi serangan ulat grayak ini. 
Ulat Grayak Pada Tanaman Cabai
(Ulat Grayak Pada Tanaman Cabai)

Sebanyak 286 jenis pestisida yang kami kumpulkan, dan digunakan untuk membasmi ulat grayak ini, semoga dengan diterbitkannya artikel ini, turut pula membantu kawan-kawan petani lainnya diseluruh dunia, yang sedang bingung mengatasi serangan ulat grayak pada tanaman cabe, dan tentunya kami berharap daftar pestisida untuk mengatasi ulat grayak pada tanaman cabai, menjadi salah satu solusi petani cabe, agar tanaman cabenya menghasilkan produksi buah yang banyak. 

Daftar pestisida yang dituliskan disini adalah pestisida yang beredar di Indonesia, untuk kawan-kawan petani yang berada di luar Indonesia, silahkan simak bahan aktif kandungan pestisidanya, dan barangkali di luar Indonesia pestisida tersebut diproduksi dengan merek dagang berbeda. 

Berikut daftar pestisida yang bisa digunakan untuk mengatasi serangan ulat grayak pada tanaman cabe. 

Daftar pestisida yang digunakan untuk membasmi hama ulat grayak pada areal pertanaman (budidaya) cabe.

Bahan Aktif Merek Dagang
Abamektin Alfamex 18 EC, Asmec 36 EC, Bamex 18 EC, Devamec 18 EC, Diomec 18 EC, Habamec 18 EC, Matros 18 EC
Alfa-sipermetrin Alfatox 50 EC, Alphas 50 EC, Altac 15 EC, Amethyst 40 EC, Army 30 EC, Asterking 15 EC, Baldor 50 EC, Cyborg 15 EC, Fastac 100 SC, Jaguar 50 EC, Kenfas 100 EC, Legacy 15 EC, Patriot 50 EC, Sangkur 50 EC, Topaz 15 EC, Valiant 50 EC
Asefat Afate 75 SP, BM Promax 75 SP, Chepate 75 SP, Joker 75 SP, Lancer 75 SP, Manthene 75 SP, Megastar 75 SP, Orthene 75 SP, Ortran 75 SP, Pastifat 75 SP, Prathen 75 SP, Roteen 75 SP, Sepate 40 EC, Starthene 75 WG
Beta-siflutrin Buldok 25 EC, Cakram 25 EC, Goldtrin 50 EC, Liebas 50 EC, Lotsa 50 EC, Prado 25 EC, Raydock 28 EC, Sumo 50 EC
Beta Sipermetrin Chix 25 EC
Deltametrin Aggressive 25 EC, Akomethrin 25 EC, Amonite 25 EC, Antarmet 25 EC, Basic 25 EC, Bectary 25 EC, Biocis 25 EC, BM Delta 28 EC, Clutch 25 EC, Dario 25 EC, Darmacis 50 EC, Decis 25 EC, Deltara 50 EC, Deroll 25 EC, Detrin 25 EC, Jablai 25 EC, Megadis 25 EC, Oscar 25 EC, Pilar delta 25 EC, Prima-fast 50 EC
Diazinon Agrostar 600 EC
Diflubenzuron Dimilin 25 WP
Dimetoat Decafen 400 EC, Destan 400 EC, Makrosan 400 EC, Pilarmax 400 EC, Santoat 400 EC
Emamektin Benzoat Crumble 10 EC, Decore 21 EC, Noclaim 19 EC
Esfenvalerat Sumialpha 25 EC
Etion Mition 500 EC
Fenobukarb Amabas 500 EC, Benhur 500 EC, Dharmabas 500 EC, Emcindo 500 EC, Gobang 110 EC, Greta 500 EC, Ingrobassa 500 EC, Nonstop 400 EC, Pentacarb 500 EC, Sanet 7 SP, Sidabas 500 EC, Tamabas 500 EC, X-treme 500 EC
Fenpropatrin Amicide 200 EC, Meothrin 50 EC
Fenvalerate Akurat 200 EC, B-Son 200 EC, Fenticide 200 EC, Fentop 30 EC, Fenval 200 EC, Sanval: 200 EC, Zetval 200 EC
Fipronil Uno 50 SC
Flubendiamide Gabbar 200 SC, Takumi 20 WG
Hexaflumuron Aster 50 EC
Imidakloprid Amida 200 SL, Bima 10 WP, BM Imida 200 SL, Imidastar 200 SL, Interprid 25 WP, Neptune 25 WP, Rudor 200 SL, Rudor 5 WP, Salvador 25 EC, Sanfidor 200 SL, Tygra 200 SL, Zychate 25 WP
Imidakloprid + Beta-siflutrin Solomon 300 OD
Imidakloprid + Sipermetrin Total 10/40 EC
Indoksakarb Ammate 150 SC
Karbaril Sandovin 85 WP
Karbofuran Dharmafur 3 GR, Kresnadan 3 GR, Truper 3 GR, Varitas 3 GR, Ventura 5 GR
Karbosulfan Jagabaya 200 EC, Taurus 200 EC
Kartap Hidroklorida Barrier 20 SP, Barrier 5 GR, Kardan 50 SP, Padan 50 SP, Zidan 50 SP
Klorantraniliprol Prevathon 50 SC
Klorantraniliprol + Lambda-sihalotrin Ampligo 150 ZC
Klorantraniliprol + Tiametoksam Virtako 300 SC
Klorfenapir Rampas 200 EC, Sobatani 100 EC, Tampage 100 EC, Tumagon 100 EC
Klorfluazuron Atabron 50 EC, Ayuna 50 EC
Klorpirifos Beliung 200 EC, Boxer 200 EC, Clobber 200 EC, Ichiban 250 EC, Kaliandra 482 EC, Megafos 200 EC, Petroban 200 EC, Topban 400 EC, Tosbone 100 EC, Wilbo 200 EC
Klorpirifos + Alfa-sipermetrin Tugard 160/10 EC
Klorpirifos + Sipermetrin BM Cychlophos 500/50, Conserve 500/50 EC, Kabrux 160/10 EC
Lambda-sihalotrin Akhocytrin 50 EC, Bidak 25 EC, BM Lamda 50 EC, Brantas 25 EC, Buana 55 EC, Cash 25 EC, Cucak Rowo 25 EC, Gladiol 25 EC, Granat 25 EC, Hamador 25 EC, Hamasid 25 EC, Indodor 50 EC, Jidor 25 EC, Labrador 25 EC, Lampion 25 EC, Matador 25 EC, Megda 25 EC, Meteor 25 EC, Polydor 25 EC, Rodeo 25 EC, Rolidor 25 EC, Rudal 25 EC, Samador 25 EC, Santador 25 EC, Setor 40 EC, Sidador 30 EC, Taekwando 25 EC, Tamador 25 EC, Tamigon 25 EC, Trajet 25 EC, Trigon 25 EC
Lufenuron Match 50 EC
Malation Ransell 570 EC
Metaflumizon Alverde 240 SC
Metomil Agrinate 40 SP, Lannate 40 SP, Metindo 25 WP, Metindo 40 WP, Milamex 40 SP, Tamilto 25 WP
Monosultap + Flubendiamide Spontanking 68 WP
Novaluron Rimon 100 EC
Permetrin Centatin 200 EC, Digital 50 EC, Extratin 200 EC, Klensect 200 EC, Meriam 50 EC, Prego 20 EC, Primatin 50 Ec, Prince 123 EC, Shadow 50 EC, Volcano 200 EC
Phentoat Dharmasan 600 EC, Fentosan 650 EC, Veto 650 EC
Phoksim Catleya 500 EC, Daitona 400 EC, Fokker 500 EC, Spodo 200 EC
Profenofos Akron 500 SC, Biocron 500 EC, Callicron 500 EC, Camacron 500 EC, Curacron 500 EC, Curocrop 500 EC, Finsol 500 EC, Fortegold 500 EC, Kenselec 500 EC, Musuhama 500 EC, Rolicron 500 EC, Santacron 520 EC, Seledol 450 EC, Stacron 500 EC, Syncron 500 EC
Propoxur Poksindo 200 EC
Protiofos Carolit 500 EC, Tokuthion 500 EC
Sipermetrin Arfo 30 EC, Astertrin 250 EC, Atro 30 EC, Bento 50 EC, Blasterin: 30 EC, Bravo 50 EC, Cedric 100 EC, Crowen 113 EC, Cycat 50 EC, Cypermax 100 EC, Cyplus 100 EC, Cyrux 50 EC, Domino 100 EC, Erkatrin 100 EC, Etbaf 200 EC, Famethrin 45 EC, Genius 100 EC, Hoky 30 EC, Jeel 50 EC, Knifo 30 EC, Kokan 100 EC, Megacyper 250 EC, Metal 30 EC, Metrin 30 EC, Miodan 25 WP, Miodan 50 EC, Molthrin 100 EC, Opera 100 EC, Pelle 50 EC, Predict 50 EC, Rajatrin 250 EC, Record 50 EC, Salvo 30 EC, Sancord 50 EC, Sangit 50 EC, Santrino 100 EC, Tanicord 50 EC, Tikam 50 EC, Vitathrin 50 EC, Vivo 30 EC
Spinoteram Endure 120 SC
Spinosad Tracer 120 SC
Tiodikarb Rosco 75 WP, Trail 75 WP
Triazofos Biothion 200 EC, Detafos 200 EC, Maestro 200 EC, Mio 200 EC, Polythion 200 EC

Demikian pemirsa daftar racun yang bisa digunakan untuk mengatasi atau membasmi hama ulat grayat pada pertanaman cabe, selamat mencoba, salam.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Daftar Racun Ampuh Pembasmi Hama Trips Pada Tanaman Cabe Merah

Cabe merah merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan, agar hasil budidaya cabe merah maksimal, berbagai kendala harus diatasi, salah satunya kendala yang disebabkan oleh serangan hama Trips (Trips parvispinus) atau dikenal dengan kutu Trips.

Meski pestisida alam cukup tersedia di alam, namun banyak juga petani kita yang menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan serangan Trips.

Pada pembahasan kali ini kita akan sajikan daftar pestisida yang diijinkan oleh komisi pestisida, kementerian pertanian, daftar ini disusun oleh Tonny K Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum.

Sebagai salah satu acuan untuk petani yang mengalami masalah dengan adanya serangan kutu trips pada cabe merah, silahkan lihat daftar pestisida ini, dan membelinya di toko-tok pertanian di tempat anda berdomisili.
Racun ampuh pembasmi hama trips pada tanaman cabe merah
(Trips pada kelopak bunga cabe)

Bahan Aktif Merek Dagang
Abamektin Agrimec 18 EC , Aspire 18 EC, Demolish 18 EC, Indomektin 20 EC, Isigo 18 EC, Kiliri 20 EC, Matros 18 EC, Mectimax 18 EC, Numection 20 EC, Phoscormite 18 EC, Rutin 18 EC, Sidamec 20 EC, Stadium 18 EC, Starmek 18 EC, Supemec 18 EC
Alfa-sipermetrin Bestox 50 EC, BM alpha 100 EC, Faster 15 EC, Tetrin 36 EC, Valiant 50 EC
Alfa-sipermetrin + Profenofos Atatte 210 EC
Amitraz Lavista 200 EC
Asefat Dafat 400 SL
Beta-siflutrin Mastarin 25 EC
Deltametrin Decis 25 EC, Delta 25 EC, Sancis 25 EC, Sidacis 25 EC,
Diafentiuron Pegasus 500 EC
Dimetoat BM Sucthion 400 EC, Danadim 400 EC, Decafen 400 EC, Destan 400 EC, Dimacide 40 0 SC, Kanon 400 EC, Perfektan 425 EC, Sidajos 430 EC, Toxafine 400 EC
Etion Mition 500 EC
Fenpropatrin Fenthrin 50 EC
Fenvalerate Fenval 200 EC
Fipronil Destar 50 SC, Fipros 55 SC, Regent 50 SC
Imidakloprid Abuki 50 SL, Amirid 200 SL, Bima 10 WP, Caleb Tsan 28 EC, Confidor 200 SL, Deluose 200 SL, Imar 200 SL, Imidaplus 200 Sl, Interprid 200 SL, Jellin 100 SL, Lanidor 200 SL, Paztidor 200 EC, Rudor 200 SL, Starfidor 5 WP, Tygra 200 SL, Winder 25 WP
Imidakloprid + Beta-siflutrin Solomon 300 OD
Karbosulfan Jagabaya 200 EC, Marshal 200 EC
Kartap Hidroklorida Kristal 50 WP, Padan 50 SP
Klorfenapir Akosu 100 SC, Rampage 100 SC
Klorpirifos Farin 200 EC, Magu 420 EC, Posban 200 EC, Radiant 200 EC
Klorpirifos + Sipermetrin Nurelle D 500/50 EC
Lambda-sihalotrin Matarin 25 EC, Setor 40 EC
Malation Fyfanon 440 EW
Profenofos Anwavin 500 EC, Curacron 500 EC, Electric 500 EC, Indocron 500 EC, Masicron 500 EC, Tabard 500 EC
Propoksur Poksindo 200 EC
Protiofos Tokuthion 500 EC
Piraklofos Voltage 560 EC
Sipermetrin Done 200 EC, Exocet 50 EC, Fastrin 100 EC, Sopeton 108 EC, Tombak 189 EC

Sangat kami sarankan untuk anda yang menggunakan pestisida diatas, yakni membaca petunjuk cara pemakaiannya, dan menggunakannya dengan tidak berlebihan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, karena penggunaan pestisida berlebihan bisa menimbulkan dampak resistensi, yang tidak saja terhadap hama trips tapi juga hama lainnya (serangga sekunder).

Demikain pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat membantu petani cabe merah dalam mengatasi hama Trips, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, salam.

Selasa, 22 Desember 2015

Metode Efektif Penyelamatan Tanaman Cabe Polibeg Yang Sedang Kritis

Tuan dan nyonya pengunjung setia kami, di Negara kami Indonesia beberapa waktu belakangan ini dalam tahun 2015, mengalami bencana kabut asap dan musim kemarau berkepanjangan, selain dampak langsung terhadap kesehatan, bencana tersebut juga membuat aktifitas bercocok tanam menjadi terganggu, salah satunya kelompok tani Tedong Bongak di pedalaman Piniki Kabupaten Wajo. 

Sekitar 1000 batang cabe polybag kelompok tani tersebut mengalami apa yang disebut dengan istilah HSMTM (Hidup Segan Mati Tak Mau), bagaimana tidak air yang menjadi sumber kebutuhan utama bagi pertanaman cabe polybag tidak tercukupi, bisa dibayangkan usaha pertanaman cabe polybag mereka kali ini akan gagal total. 

Selama lebih kurang enam bulan masyarakat tani mengalami cobaan nan tak tertanggungkan tersebut, pada akhirnya bulan November 2015 hujan mulai turun membasahi tanah, halnya dengan pertanaman cabe polybag kelompok tani Tedong Bongak pun mulai menggeliat, meski pada akhirnya ada juga beberapa pokok tanaman cabe yang mati meragan, akibat perubahan cuaca yang cukup drastis ini, melihat pemandangan cabe polybag yang sedang berusaha mempertahankan hidup tersebut, salah seorang anggota kelompok berinisiatif untuk mengusahakannya agar tetap menghasilkan, maka tak ayal lagi penyelamatan harus dilakukan agar usaha selama tiga bulan yang dilakukan untuk penanaman tidak sia-sia begitu saja. 

Melalui artikel singkat ini kami coba merangkum, bagaimana usaha penyelamatan cabe yang tidak mungkin lagi berbuah itu, sekiranya tuan dan nyonya mengalami persolan yang sama pula seperti persoalan kelompok tani diatas, bolehlah menyimak bagaimana trik penyelamatan itu dilakukan. 

Trik penyelamatan cabe yang hampir tidak mungkin berbuah 

1. Curah hujan yang meningkat membuat tanah dalam polybag menjadi tergenang oleh air, hal ini salah satu penyebabnya tanaman cabe menjadi stres, oleh sebab itu hal pertama yang dilakukan adalah membuat lobang tempat keluarnya air pada bagian atas polybag tanaman cabe. 

2. Pindahkan polybag ke areal yang cukup mendapatkan sinar matahari, hal ini dimaksud pabila terdapat panas dalam waktu singkat, tanaman cabe polybag mencukupi kebutuhan cahaya untuk fotosintesisnya. 

3. Pangkas daun pada bagian pangkal batang, usahakan daun yang tertinggal tersebut hanya percabangan diatas saja, kemudian biarkan selama dua minggu, selama waktu tersebut tanaman cabe memiliki kekuatan yang cukup untuk memasak makanan untuk percabangan daun yang tidak terlalu banyak. 

4. Selama dua minggu tersebut tetap dilakukan pengamatan intensif bagaimana perkembangan cabe polybag, biasanya pada bagian pangkal batang yang daunnya sudah dipangkas tadi akan tumbuh kembali daun-daun baru, nah jika daun lama pada percabangan atas menunjukkan gejala keriting, maka jangan tunggu lama-lama segera pangkas bagian percabangan atas tersebut, dengan asumsi daun baru pada bagian pangkal batang telah muncul. 

5. Lakukan pemangkasan percabangan atas jika hal seperti point 4 terjadi pada seluruh tanaman cabe polybag. 

6. Sambil mengamati daun muda tumbuh mulai dari pangkal batang, sebaiknya dilakukan pemupukan dengan menambahkan pupuk organik dari kotoran ternak, ingat pupuk organic bukan pupuk kimia atau urea. 

Cara diatas dilakukan oleh kelompok tani Tedong Bongak, untuk menyelamatkan tanaman cabe polybag yang sudah hampir mati tersebut, pada beberapa daerah lainnya tim kami juga menemukan persoalan yang sama dengan kelompok tani Tedong Bongak, tepatnya di Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, salah seorang dari komunitas Tani Unggul Cabe juga mempraktekkan teori yang sama, hanya saja model penanaman cabe yang dilakukannya di areal perladangan, tidak di dalam polybag seperti kelompok tani Tedong Bongak, namun ada satu tambahan jika penyelamatan dilakukan pada cabe yang ditanam di areal perladangan, yakni dengan membuat bedengan yang teratur, hal ini berguna untuk menjaga kelembapan tanah pada areal pertanaman cabe. 

Demikian kiranya tuan dan nyonya rangkuman yang bisa kami tuliskan untuk menyelamatkan tanaman cabe yang sedang diambang kepunahan, semoga petani cabe Indonesia jaya selalu. 

Mari Merdeka !!

 Metode Efektif Penyelamatan Tanaman Cabe Polibeg Yang Sedang Kritis