Tampilkan postingan dengan label mentimun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mentimun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

Solusi Mengatasi Hama Kumbang Pada Tanaman Mentimun

Bicara soal mentimun hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah �Jus�, jus mentimun yang segar dingin dan nikmat disuatu pagi yang cerah, disebuah kedai minuman dengan ornament bamboo, aduhai sungguh nikmat, terlebih jika diiringi alunan syahdu Lois Amstrong �What a wonderful world�, semakin lengkap sudah.

Tapi pemirsa secuil kenikmatan diatas tidak adil pula kiranya jika kita tidak membahas tentang bagaimana caranya mentimun yang tersaji dalam segelas minuman jus tersebut, bisa tumbuh sehat nikmat dibeli oleh pemilik kedai dan disajikan oleh pelayan dalam secangkir minuman, karena persolan membuat tanaman mentimun tersebut untuk tumbuh baik dan sehat membutuhkan perjuangan yang juga tidak mudah, dan kebanyakan petani mentimun masih mengalami persoalan yang pelik ketika tanaman mereka diserang oleh aneka serangga pengganggu.
Ragam gejala serangan hama pada tanaman mentimun
(Ragam gejala serangan hama pada tanaman mentimun)
Mentimun atau dalam bahasa latinnya Cucumis sativus L, buah sayuran yang sangat dikenal dan banyak dikonsumsi masyarakat, disamping mengandung gizi yang lengkap, mentimun juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dan dengan adanya organisme pengganggu baik itu berupa hama atau penyakit dapat mempengaruhi kuatitas dan kualitas buah yang dihasilkan.

Kebanyakan hama yang mendominasi serangan pada mentimun adalah dari golongan serangga, menurut seorang pakar pertanian Tamo (2003) tanaman dari family Cucurbitaceae ini menjadi utama bagi kumbang mentimun Aulacophora similis, dengan tingkat serangan dilapangan berada pada posisi tertinggi.

Karena itu upaya pengendaliannya harus dilakukan berdasarkan pada pertimbangan ekosistem, mengapa demikian karena jika menggunakan insektisida berlebihan dapat menyebabkan resistensi [lihat terjemahan istilah pertanian pada link ini] pada hama sasaran dan bisa memunculkan hama sekunder, bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman mentimun ini, untuk alasan itulah artikl ini ditulis.

Ada metode yang bisa diterapkan jika ingin membuat tanaman mentimun tahan terhadap serangan berbagai serangga pengganggu ini, metode tersebut kita rangkum dalam item dibawah ini.

Salah satu metode yang paling efektif dan ampuh untuk membuat tanaman mentimun tahan terhadap serangan serangga kumbang ini adalah dengan memberikan ketahanan induksi, dengan mengetahui kemampuan tanaman mentimun yang memiliki sifat-sifat memungkinkan ia terhindar, atau pulih kembali dari serangan hama, dan kemudian tentu saja dengan harapan ketahanan tersebut bisa di wariskan, sehingga kemungkinan hama menggunakan tanaman mentimun sebagai inang bisa diprediksi.
Salah satu serangga yang menyerang mentimun
(Salah satu serangga yang menyerang mentimun)
Cara memberikan ketahanan tanaman inang terhadap serangga hama adalah dengan memberikan semacam rangsangan yang tepat pada tanaman, yakni dengan memberikan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) namanya.

Memperlakukan benih tanaman mentimun dengan PGPR dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun sekaligus mengurangi populasi kumbang mentimun, mengapa PGPR dapat membuat mentimun tahan terhadap hama kumbang, karena sifatnya yang mampu melakukan perubahan struktur dinding sel serta perubahan biokimia dan fisiologi, sehingga sintesa protein dan senyawa kimia lainnya dalam tanaman mentimun ikut terlibat dalam mekanisme pertahanan, jika anda ingin mengendalikan kumbang pengganggu pada mentimun gunakanlah PGPR, karena PGPR terbukti lebih efektif daripada menggunakan pestisida.

Metode lainnya yang digunakan untuk membuat tanaman mentimun tahan terhadap serangan hama kumbang, adalah dengan melakukan modifikasi genetic, sehingga dengan demikian tanaman mampu menghasilkan senyawa kimia yang kurang disukai oleh hama kumbang, salah satu bentuknya adalah dengan menyilangkan mentimun yang memiliki rasa pahit dan yang tidak.

Selasa, 17 Juni 2014

Teknik Budidaya Mentimun (Cucumis sativus)

menanam-tanaman
(Buah mentimun dengan menggunakan para-para/ajir)
Mentimun (Cucumis sativus) dapat ditanam dihampir semua jenis tanah, tetapi untuk mendapatkan hasil yang baik di daerah tropika dibutuhkan tanah yang dalam dengan kandungan organik yang tinggi. Kapur dibutuhkan hanya pada tanah masam dengan pH di bawah 5. Mentimun merupakan tanaman yang tumbuh cepat, yang sangat tanggap terhadap pemeliharaan yang baik, apalagi jika dilakukan dengan budidaya para-para.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya Mentimun ini, yaitu:
1. Pada  budidaya para-para jarak antara kerangka para-para sebesar 60 cm, dan dua benih harus ditanam pada pangkal dari setiap tonggak.
2. Melakukan perendaman benih sebelum penanaman akan mempercepat perkecambahan dan keberhasilan semai. Paling sedikit satu tanaman harus tumbuh pada setiap tonggak para-para dan setiap kekosongan harus segera disulam.
3. Pelu untuk mengikat tanaman pada tonggak-tonggak para-para pada tahap permulaan sampai berumur 25 hari, jika menunda pekerjaan ini akan mengurangi hasil. Mentimun memanjat dengan perantara sulur (pemanjat) dan sekali berdiri pada paraa-para akan memanjat dan bercabang secara bebas, umumnya tanpa pertolongan.
4. Dianjurkan untuk memangkas ujungnya pada umur 25 hari untuk mendorong percabangan. Tunas-tunas yang terbentuk pada buku-buku bawah dipetik untuk menghambat pembentukan buah yang akan menyentuh tanah, yang pasti akan terserang berbagai jamur tanah. Tetapi hal ini tidak perlu dilakukan jika yang dipilih adalah varietas yang akan memanjat dan menetap baik pada para-para.

Pemupukan yang cukup merupakan pokok untuk produktivitas tinggi mentimun, dan di daerah tropika mereka tanggap baik terhadap pemberian pupuk secara bertahap selama 8 - 10 minggu pertama, hal ini juga akan memperpanjang umur mentimun.

Takaran dasar pupuk K/Mg adalah 78 kg K2O dan 10 kg MgO/ha. Disamping itu terdapat 150 kg K2O dan 200 kg Urea dalam pupuk kandang. Karena itu alternatif pupuk sebagai berikut:
1. Dengan 20 ton pupuk organik, yang akan melayani kebutuhan empat pertanaman berturut-turut, 500 kg pupuk 12:12:17:2 + UM (atau yang sama) dan 500 kg urea, terbagi dalam lima bagian yang sama pada waktu tanam dan pada 2, 4, 6 dan 8 minggu.
2. Tanpa bahan organik, 800 kg pupuk majemuk dan 550 kg urea terbagi seperti di atas.

Perlindungan Tanaman
Penyakit yang paling umumnya adalah penyakit embun tepung yang dapat merusak pada periode-periode lebih basah, terjadi penurunan hasil karena kerontokan daun dan tanaman yang terinfeksi saat muda mungkin tidak akan membaik lagi. Penyakit ini menular dari tanaman muda ke tanaman tua. Penyakit ini dapat dikurangi dengan melakukan Teknik Budidaya (penjelasan lebih lanjut ada disini). Penyemprotan pencegahan setiap minggu dengan Daconil atau Previcur (dapat juga digunakan sebagai perawat benih sistemik) mungkin dibutuhkan. Sanitasi yang baik dan pembakaran tanaman yang tertinggal adalah satu hal yang mutlak dilakukan.  Penyakit bercak daun (Cercospora citrullina), juga memerlukan pencegahan, dengan menggunakan Dithane M-45, Daconil atau Benlate. Perlakuan ini juga akan mengendalikan penyakit-penyakit daun lain yang mudah menyerang tanaman ini. Dalam keadaan basah, busuk akar dan leher akar Pythium dan Rhizoctonia dapat menyebabkan penyakit rebah semai dan kematian tanaman.