Tampilkan postingan dengan label vertical garden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vertical garden. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

Cara Menanam Tomat yang Baik

Secara garis besar bertanam tomat bisa kita bagi dalam lima tahap, jika tiap tahapan ini dilakukan dengan baik maka tanaman tomat akan berproduksi banyak dan tumbuhnya sehat. Berikut kita coba bahas satu persatu Cara menanam Tomat yang baik dalam lima tahapan tersebut.

1. Pengolahan tanah
Tanah dicangkul lebih dahulu sampai gembur dan dibentuk menjadi bedengan, lebar bedengan umumnya 70 - 100 cm, disekeliling bedengan itu dibuat parit yang dapat digunakan untuk menglairkan air hujan, parit ini sangat perlu supaya tanah tidak lembab pada waktu hujan, disamping itu perlu disiapkan tempat untuk penyemaian benih, untuk itu sebaiknya dibuatkan bak diisi tanah yang subur.
2. Penyemaian benih
Ambil sebuah peti kecil  dari kayu  atau sebuah kaleng yang dilobangi bagian bawahnya, isilah dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, setelah itu biji tomat yang telah tua dikeringkan dengan sinar matahari, peti atau kaleng tempat penyemaian tersebut disiram setiap hari, ingat ini penting harus disiram setiap hari sehingga tanah dalam peti atau kaleng selalu dalam keadaan basah tetapi tidak digenangi air.

Kalau kebun yang ditanami cukup luas, perlu dibuat persemaian, tanah untuk persemaian dipacul sampai gembur kemudian dicampur dengan pupuk kandang, bijinya disebarkan berbaris, jarak antar barisan lebih kurang 5 cm, tanah persemaian harus dijaga agar selalu lembab, setelah bibit berumur 2 minggu, pindahkan ke bumbung yang dibuat dari daun pisang, ketika mencabut bibit itu haruslah berhati-hati agar akarnya jangan rusak.

3. Penanaman Bibit
Bibit yang telah dicabut dari persemaian itu ditanam pada tanah bedengan, jarak tanam tomat 45 cm - 60 cm, untuk setiap batang tomat disediakan tonggak penyangga dari bambu yang panjangnya lebih kurang seperempat meter, gunanya untuk menopang dan tempat tomat merambat, hal ini sangat perlu agar buahnya nanti tidak sampai menempel ditanah, bila buah tomat menyentuh tanah buah itu akan cepat busuk, oleh karena itu setelah tanaman tomat mencapai tinggi 25 cm tonggaknya segera dipasang.
4. Pemupukan
Sebaiknya setiap lobang tanam diberi 0,5 sampai 1 kg pupuk kandang, pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan selama lebih kurang 1 bulan sebelum bibit ditanam, selain pupuk kandang dapat juga diberikan pupuk buatan ZA, DS dan ZK, perbandingannya 2 : 3 : 1 sebanyak 20 gram setiap tanaman, berikutnya setelah penanaman bibit pemupukan pertama dilakukan setelah 2 minggu penanaman, pemupukan kedua dilakukan 2 sampai 3 minggu setelah pemupukan pertama, pemberian pupuk sebaiknya dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan, sekali seminggu tanaman disemprot dengan pestisida alami dari daun sirih untuk memberantas hama yang mengganggu tanaman itu.

5. Pemeliharaan
  Rumput-rumput yang mengganggu harus dibuang, tanah disekeliling tanaman harus selalu dijaga agar selalu gembur, dengan demikian peredaran udara didalam tanah berjalan dengan baik, kalau tanaman telah mencapai tinggi 25 cm ikat tanaman dengan pada tonggak yang terbuat dari belahan bambu, tinggi tonggak satu setengah sampai dua meter, bila telah berumur kira-kira dua bulan tanaman itu dipangkas, tinggalkanlah 1 sampai 2 cabang utama saja, tunas-tunas liar dibuang.

Cara Menanam Tomat yang Baik

Minggu, 31 Agustus 2014

Cara Membuat Vertical Garden, Taman Vertikal

menanam-tanaman
(Sumber foto: goodshomedesain.com)


Pernah kah sobat bloger membayangkan memiliki taman yang disusun dalam bidang vertikal?. Nah kalau belum, sekarang ini telah dikembangkan di kota-kota besar namanya Vertical Garden atau taman vertikal, tentu saja fungsinya sama seperti taman-taman pada umunya memberikan tambahan oksigen, sebagai ruang hijau terbuka dan dapat mengurangi suhu. Hampir mirip dengan hirdoponik, bercocok tanam tanpa tanah, bahkan vertical garden ini bisa dibuat di tembok-tembok rumah, selain unik juga menambah keindahan rumah sobat bloger. 

Sebelum kita membahas cara membuatnya, sebaiknya sobat bloger tahu terlebih dahulu tentang media yang digunakan, yaitu nonwoven geotextile dan velt dari bahan sabuk kelapa. Velt sabuk kelapa dibuat dalam bentuk papan dengan ukuran 50 cm dan tebal 30 cm. Lebih unggul dalam hal menyimpan air daripada geotextile, dan mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Berikut cara membuat vertical garden:

1. Buat konstruksi di bagian belakang (frame baja ringan) dengan rongga sekitar 7 cm dari tembok. Ini penting agar media tanam langsung bersentuhan dengan tembok karena akan lembab. Ukuran frame sekitar 0,5 m x 1 m. Jika terlalu luas, misalnya 1 m x 1 m, karpet akan melengkung di bagian tengah sehingga air akan mengalir tidak rata.
2. Setelah frame siap, taruh media tanam (geotextile atau velt sabuk kelapa) sebanyak dua lapis. Sobek larisan depan dengan jarak 12 cm. Diantara lubang tadi, buatlah jahitan jelujur vertikal agar media tanam tidak melorot ke bawah.
3. Karena adanya jarak antarlubang maka tidak semua media tanam langsung tercover oleh tanaman, tetapi lama kelamaan media tanam akan tercover oleh tanaman jika telah tumbuh. Pilih tanaman yang seimbang antara tajuk tanaman dengan akar. Jika tajuknya terlalu besar, daun akan layu dan jatuh, setelah sebulan kemudian baru tanaman akan tumbuh dengan baik. Lebih baik memilih tanaman dengan tajuk yang lebih kecil  agar akar cukup mampu menopang daun sehingga daun tidak layu. Ini merupakan konsep keseimbangan tanaman yang harus sobat bloger ketahui.
4. Masukkan tanaman ke dalam lubang yang telah dibuat. Bisa menggunakan rockwool yang digulung, tapi dapat juga langsung ditanam. Yang terpenting tanaman telah memiliki akar yang bagus, yang sebelumnya ditanam dalam polybag (tumbuh baik dalam polybag, media bagus (remah dan banyak rongga). Masukkan sebagian media dari polybag ke dalam lubang. Hal ini akan membantu akar tidak terlalu terganggu sehingga tanaman tidak membutuhkan penyesuaian yang lama.
5. Pengairan menggunakan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan berjarak 3 m dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman dapat disetel, misalnya 5 kali sehari, masing-masing 2 menit. Gunakan nosel sebagai pressure regulator agar tekanan air sama shingga kucurannya rata. Tetesan air bisa langsung jatuh ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Jangan lupa tempatkan tanaman yang tahan kering di bagian tas dan tanaman basah dibagian bawah.

Beberapa hal yang perlu sobat bloger perhatikan dalam vertical garden ini:
1. Seperti apa pun panasnya, biasanya tanaman hanya mendapat sinar matahari selama setengah hari karena arah gerak matahari. Akibatnya, ada masa ketika tanaman terlihat kurang subur karena tidak mendapatkan sinar matahari seharian.
2. Pemupukan dapat dilakukan secara otomatis. Caranya, campurkan pupuk ke dalam tandon ar, lakukan seminggu sekali.
3. Pemangkasan dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali, khususnya untuk VG berpola tertentu.
4. Cek nosel setiap 6 bulan sekali. Begitu pun dengan filter sebaiknya periksa secara periodik. Bersihkan 2 minggu sekali jika kualitas airnya bagus.

menanam-tanaman
Ilustrasi bahan vertical garden
(Sumber foto: tabloidnova.com)